BREAKING NEWS

Batik Tanah Liek

Kesehatan

Hukum

From our Blog

Thursday, 18 June 2015

TSR Pemko Sambangi 101 Masjid dan 81 Mushalla


Padang-Ramadhan kali ini akan menjadi bulan penuh berkah. Apalagi Tim Safari Ramadhan (TSR) Pemerintah Kota Padang akan menyambangi sejumlah masjid dan mushalla dalam bulan Ramadhan 1436 H ini.

TSR Pemko Padang selain melakukan silaturahim dan mendengar aspirasi masyarakat, juga memberi bantuan bagi masjid atau mushalla yang dikunjungi. Dalam bulan puasa ini TSR Pemko Padang akan bersafari ke 101 masjid dan 81 mushalla di Kota Padang.

Kunjungan Safari Ramadhan kali ini dibagi dalam lima kelompok. Diantaranya kelompok Pemko Padang, kelompok DPRD Kota Padang, kelompok Kecamatan, kelompok KNPI dan kelompok khusus pimpinan. Untuk kelompok Pemko Padang terdiri 8 tim.

Kelompok ini mengunjungi 33 masjid mulai 23 Juni hingga 9 Juli.
Kelompok DPRD Kota Padang akan berkunjung ke 45 masjid dan 45 mushalla. Kelompok Kecamatan dijadwalkan mengunjungi 33 mushalla. Sedangkan kelompok KNPI mengunjungi 3 masjid dan 3 mushalla.

“Untuk kelompok khusus pimpinan, kelompok walikota mengunjungi 9 masjid, kelompok Wakil Walikota 7 masjid, kelompok Sekda 2 masjid, kelompok Asisten Ekbang Kesra 1 masjid, dan kelompok Bagian Kesra 1 masjid,” ujar Kabag Kesra, Al Amin kepada Sumbar Terkini di Padang, Kamis (18/6).

Bantuan yang diberikan kepada masjid dan mushalla yang dikunjungi TSR cukup variatif. Tahun ini bantuan yang diberikan naik dibanding tahun sebelumnya. Kelompok Pemko yang mengunjungi masjid menyerahkan bantuan sebesar Rp 7.500.000, dan mushalla sebesar Rp 5.000.000. Untuk kelompok DPRD dan KNPI yang mengunjungi masjid menyerahkan bantuan sebesar Rp 5.000.000, sedangkan mushalla sebesar Rp 3.000.000.

“Untuk kelompok khusus yang menyambangi masjid bantuan sebesar Rp 5.000.000 dan mushalla Rp3.000.000,” tutur Al Amin.

Sisi lain, Kabag Kesra, Al Amin menuturkan bahwa dalam bulan Ramadhan ini juga digelar sejumlah lomba. Seperti lomba cerdas cermat antar santri pesantren ramadhan serta MTQ antar instansi di lingkungan Pemko Padang. Kedua lomba ini digelar di masjid Ukhuwah kompleks Kantor Balaikota Padang di Aia Pacah. Lomba cerdas cermat antar santri pesantren ramadhan digelar 30 Juni hingga 1 Juli. Sedangkan lomba MTQ antar instansi dilaksanakan 2 Juli nanti.****

Tahura Jadi Destinasi Wisata Menjanjikan

Padang-Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta Padang  layak disebut untaian zamrud di Khatulistiwa. Bukan saja karena hutannya masih asri dan hijau, tetapi  kawasan  yang terletak di Ladang Padi, Kecamatan  Lubuk Kilangan ini berada di ketinggian sehingga berhawa sejuk. Dan pemandangan dari atas sini menyajikan keindahan Kota Padang berikut hamparan lautnya.

Menurut Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, kawasan ini patut lebih diperhatikan karena merupakan aset berharga Kota Padang. Kawasan Tahura Bung Hatta merupakan daerah serapan yang menjadi sumber air terbesar untuk Kota Padang. Namun, lokasi ini bisa dikembangkan menjadi tempat wisata alam yang sangat bagus dengan tidak merusak lingkungannya.

“Jangan sampai ada tangan jahil yang menebang  pohon yang tumbuh dengan baik di kawasan ini. Sebab, tempat ini kawasan vital yang perlu kita jaga betul keasrian dan fungsinya,” kata Walikota Padang saat meninjau Tahura Bung Hatta bersama sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rabu (17/6).

Walikota menambahkan, Tahura Bung  Hatta  yang  luasnya 270 hektar ini  merupakan kawasan nyaman untuk rekreasi. Disini sudah ada bangunan yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bahkan guna menginap keluarga, outbond, meeting ataupun untuk wisata pendidikan pengenalan alam kepada siswa.

Akan tetapi, bangunan - bangunan lain yang tak berizin juga sudah mulai ada yang berdiri di sepanjang jalannya. “Ini tentu perlu kita tata, dan dilakukan pengawasan agar kawasan ini menjadi tempat yang nyaman,” ujar Mahyeldi.

Di sini juga dapat dikembangkan tempat rekreasi dengan wahana cable car. “Dari Taman Bukit Berbunga ke komplek bangunan Tahura Bung Hatta berjarak sekitar 3 Km, bila itu ditempuh menggunakan cable car akan menjadi perjalanan yang menakjubkan karena pemandangannya yang bagus ,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga mengapresiasi Aciak , pria paroh baya yang sudah mengelola Taman Bukit Berbunga yang terletak sekitar 3 Km dari komplek bangunan Tahura Bung Hatta.  Kendati tidak ada biaya dari Pemerintah Kota Padang, Aciak dengan sukarela menanami sebuah bukit kecil dengan aneka tanaman yang ia  bibitkan sendiri. Ia pula yang mengupayakan air dari sumbernya agar mengalir sejauh 500 meter ke sekitar  Taman Bukit Berbunga sehingga dapat dimanfaatkan warga yang berdagang  di sana.

Informasi dari Aciak, di sekitar kawasan Taman Bukit Berbungan  terdapat sebuah kolam pemandian peninggalan Belanda. Sampai sekarang  kolam itu masih ada dan menjadi sumber air. Bahkan di atas bukit kecil itu terdapat reruntuhan bangunan yang  konon peninggalan dari zaman penjajahan Belanda.

Kepada pimpinan SKPD yang turut serta dalam kesempatan ini, Walikota menekankan agar bisa memberikan masukan berupa inovasi  untuk pengembangan potensi kawasan ini, terutama potensi kehutanan dan pariwisata.

Adapun Pimpinan SKPD yang hadir pada kesempatan ini, Kepala Bappeda Hervan Bahar,  Kepala Bapedalda Edi Hasymi, Kepala Tata Ruang Tata Bangunan dan Perumahan (TRTBP) Afrizal BR, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dian Fakri, Kepala Dispernakbunhut Heryanto Rustam,  Kepala Satpol PP Firdaus Ilyas, dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Mursalim, serta Camat Lubuk Kilangan  dan Lurah setempat.****

Tuesday, 9 June 2015

SSB Rajawali Machudum Juara Piala Machudum Cup I Tahun 2015

 
Padang-Asa untuk menjadi juara pertama yang sempat mengapung dari tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Remaja Tarusan harus kandas oleh SSB Rajawali Machudum di partai final segitiga yang dilangsungkan Minggu (7/6) di Lapangan Brandon Lapai Padang.

Betapa tidak, tim asal Kabupaten Pesisir Selatan tersebut membutuhkan kemenangan untuk menjadi juara,dan sudah unggul 1-0 di babak pertama. Namun tim Rajawali berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua, sehingga kedudukan akhir 1-1 untuk kedua tim.

Rajawali Machudum sendiri berhasil menjadi juara pertama usai mengumpulkan poin 4 dan unggul selisih gol atas Remaja Tarusan yang berada di posisi kedua,hasil dari kemenangan atas Padang United dengan skor 2-1,serta imbang atas Remaja Tarusan 1-1.

Posisi ketiga ditempati oleh Padang United tanpa menghasilkan poin. Pasalnya tim yang dimiliki oleh Miko Kamal ini kalah atas Remaja Tarusan 0-1 dan Rajawali Machudum 1-1.

Dengan demikian Rajawali Machudum berhak memperoleh piala ditambah uang pembinaan Rp2 juta dan voucher hotel Rp1 Juta. Remaja Tarusan juga membawa pulang piala, ditambah uang pembinaan Rp 1,5 juta dan voucher hotel Rp 700 ribu. Sementara itu juara III Padang United juga mendapatkan hadiah piala ditambah uang pembinaan Rp1 juta dan voucher hotel Rp600 ribu.

Untuk pemain terbaik di turnamen ini didapatkan oleh Jero Pratama Veros dari SSB Rajawali Machudum, karena kelincahannya sekaligus menjadi motor serangan tim dilapangan mengantarkan Rajawali Machudum menjadi juara pertama. Ia diganjar hadiah Piala ditambah uang pembinaan Rp 250 ribu dari Welliansyah yang juga mantan pemain PS Rajawali Machudum.

Panitia Pelaksana Turnamen Tanti kepada wartawan usai penyerahan piala mengucapkan rasa syukur karena telah berhasil menuntaskan turnamen tersebut dengan baik tanpa ada permasalahan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya Turnamen Machudum, terutama PT Semen Padang, Air Mineral Ayla, Indofood, dan seluruh mantan pemain Machudum.

Hadir menyaksikan pertandingan final turnamen tersebut mantan pemain PS Machudum Caplin Syam, Ulil Amri, Welliansyah, Yanuardi, Oktrisman, Handrianto, Mai Aldi, Devira, Ahmad Idris, dan Untung Budiono

Klasemen Akhir Final Segitiga Piala Rajawali Machudum 2015 17 Mei - 7 Juni :

1. Rajawali Machudum 2 1-1-0 selisih gol 3-2 Poin 4
2. Remaja Tarusan 2 1-1-0 selisih gol 2-1 Poin 4
3. Padang United 2 0-0-2 selisih gol 1-3 poin 0

Hasil Lengkap :
Padang United Vs Remaja Tarusan 0-1
Padang United Vs Rajawali Machudum 1-2
Rajawali Machudum Vs Remaja Tarusan 1-1

Koto Tangah Sentra Tanaman Hias di Padang

Padang-Gubernur Sumbar telah menetapkan Kecamatan Koto Tangah sebagai kawasan tanaman hias. Tentu, masyarakat setempat harus semakin diberdayakan dengan membekali mereka keterampilan yang cukup.

Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Kota Padang melakukan action cepat dengan melatih 48 orang warga dari enam kelurahan di Koto Tangah dalam bidang agribisnis tanaman hias di aula Dispernakhutbun tersebut, Senin (8/6).

Kepala Dinspernakbunhut Kota Padang, Heryanto Rustam kepada Singgalang menyebutkan, pelatihan tersebut diberikan untuk pencerahan pada masyarakat tentang potensi tanaman hias untuk penopang ekonomi.

Selama ini, cukup banyak masyarakat Koto Tangah menekuni bisnis tanaman hias, khususnya di kelurahan Lubuk Minturun. Namun masih ada yang masih setengah hati. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan, kemampuan dan dorongan untuk mengembangan bisnis tanaman hias ini semakin besar pada para peserta.

Sebab, selain diberi pelatihan, mereka  juga diberi bantuan bibit tanaman hias dan etalase tamanan hias.

“Mereka kita bimbing untuk bisa mandiri dan mengembangkan bisnis tanaman hias untuk menopang ekonomi keluarga,”ujar Heryanto Rustam. Pada kesempatan dihadirkan narasumber  dari Dinas Pertanian Sumbar, Yustiadi dan  pengusaha tanaman hias yang sudah sukses, Darniwilis  pemilik usaha tanaman hias Pertiwi Flower.

Narasumber memberikan materi tentang cara mengembangkan tanaman dan merawat, melakukan stek tanaman hingga menghasilkan bunga-bunga yang indah kepada para peserta. Di samping itu juga diberikan cara membuat pupuk kompos yang tepat.Sehingga nantinya, para peserta tak hanya berdagang bunga hias, tapi juga membuat pupuk, pot, perstisida dan alat-alat yang dibutuhkan.

Guna melegalkan usaha mereka, Dispernakbunhut Kota Padang juga akan memfasilitasi para peserta untuk membuat badan usaha dan perizinan usahanya. Sehingga mereka bisa benar-benar mandiri.

Naramsumber, Darniwilis alias Buk Upik menambahkan, bisnis tanaman hias ini sangat menjanjikan. Saat ini, bisnis tanaman hias Pertiwi Flower yang sudah dirintisnya sejak tahun 1996 lalu sudah mencapai omset sebesar Rp200 juta per bulan. Dengan bidang usaha itu, dirinya kini juga mampu menghidupkan karyawan sebanyak 36 orang. “Alhamdulillah, kalau  yakin, mereka pasti bisa sukses mengembangkan bisnis tanaman hias ini,”ujarnya.****

Usaha Tata Boga Kian Menjanjikan


Padang-Usaha tata boga kini kian menjanjikan dalam wirausaha di Kota Padang, sehingga tak sedikit tumbuh usaha tersebut di Kota Padang dan mendapatkan 'tempat' dalam bidang usaha di kota ini.

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Padang melihat peluang ini, dan mengambil kesempatan tersebut dengan melatih sebanyak 20 orang ibu-ibu dan remaja putri dalam pengembangan kelembagaan produktivitas dan pelatihan kewirausahaan tata boga.

Pelatihan itu dilaksanakan 8 hingga 13 Juni 2015 di usaha Risoles Juara Jln. Taratak Paneh.

Kepala Dinsosnaker Kota Padang, Frisdawati Amran Boer saat membuka pelatihan tersebut, Senin (8/6) kepada Sumbar Terkini mengatakan, Pemerintah Kota Padang tengah sungguh - sungguh melaksanakan program mencetak 10.000 wirausahawan baru dengan menjadikan Padang sebagai "kampus" dagang. Sebab, itu sejalan dengan program prioritas Pemko Padang menjadikan kota ini sebagai pusat perdagangan.

Dinsosnaker berupaya maksimal mewujudkan itu dengan melatih para pencari kerja (Pencaker), sehingga nantinya mereka bisa membuka usaha sendiri.

Ia juga menyampaikan 6 pilihan sebagai pintu masuk untuk membangun bisnis yaitu menciptakan produk baru, joint product, produk pengembangan, creative imitation, produk dampingan, dan agen produk.

"Kita harus memberikan pilihan ini kepada calon pelaku usaha sambil memberikan bimbingan dan membuka peluang agar tercipta jaringan bisnis yang melampui batas - batas daerah," kata Frisdawati.

Target Pemerintah Kota Padang untuk mencetak 10.000 wirausaha, Friswadawi, paling tidak dalam setahun harus sudah terealisasi 2.000 wirausaha baru. Dinsosnaker akan berupaya maksimal membantu mewujudkannya.

Dikatakannya, setiap satu orang yang dilatih nantinya akan bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 2-5 orang.

Lalu, Kabid Pentalatas Hendry mengatakan, dengan pelatihan ini bisa memberikan keterampilan bagi pencari kerja/putus sekolah serta ibu-ibu muda produktif yang nantinya bisa diharapkan dapat membuka usaha sehingga dapat meningkatkan ekonomi mereka. Akhirnya, akan mengurangi angka pengangguran. Instruktur berasal dari usaha risoles juara yang sudah berpengalaman.****

Sunday, 7 June 2015

Terbanyak di Indonesia, Kota Padang Boyong Penghargaan Adiwiya Mandiri


Padang-Kota Padang terbanyak raih penghargaan sekolah berbasis lingkungan nasional pada level tertinggi Adiwiyata Mandiri Nasional. Sebanyak 8 sekolah dari Kota Padang medapatkan predikat Adiwiyata Mandiri Nasional 2015 tersebut yang diserahkan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat (5/6).

Kota Padang menjadi pemuncak dari 57 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk nominasi dan penghargaan serupa.

Walikota Padang, ketika penyerahan penghargaan tersebut kepada masing-masing kepala sekolah di palanta kediaman walikota kepada Sumbar Terkini, Sabtu (6/6) mengatakan, ini penghargaan untuk semua warga Kota Padang dan juga membuktikan kesadaran guru serta siswa di sekolah dalam kepedulian lingkungan semakin baik.

Ke depan, seluruh sekolah di Kota Padang ditargetkan adiwiyata. Sebab, pendidikan tersebut sangat erat khaitannya dengan lingkungan. Pendidikan akan semakin baik, bila lingkungannya asri dan terjaga dengan baik.

Pemko Padang memberikan rewards kepada sekolah yang mendapatkan penghargaan tersebut dengan jalan-jalan ke luar negeri untuk mengunjungi sekolah yang menjadi percontohan adiwiyata mandiri.

Wakil Walikota Padang H. Emzalmi yang langsung memimpin rombongan Kepala Sekolah penerima penghargaan tersebut di Jakarta mengatakan, meraih Adiwiyata Nasional bukanlah pekerjaan mudah. Menurutnya, prestasi ini buah kerja keras dari intensitas sekolah dalam menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.

Wawako mengapresiasi kepala sekolah dan para guru yang sudah berhasil mengantarkan sekolahnya meraih penghargaan yang langsung diserahkan Presiden itu.

”Ini harus ada dampak positifnya. Bisa menjadi motivasi kepada sekolah lainnya,” sebut Emzalmi.

Pembinaan terhadap sekolah dari SKPD terkait dan stakeholder lainnya, diharapkan Wawako agar lebih ditingkatkan. ”Sehingga ke depan dapat mewujudkan Padang bersih seiring meningkatnya kesadaran terhadap lingkungan yang dimulai dari sekolah," imbuhnya.

Adapun 8 sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Nasional 2015 dari Kota Padang yakni, SMK SMAK Padang, SMA Semen Padang, SMA Negeri 3 Padang, SMP Negeri 1 Padang, SMP Negeri 8 Padang, MTsN Kuranji, SD Negeri 36 Gunuang Sariak, dan SD Adzkia 1.

Lalu, Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi mengatakan, Sekolah Adiwiyata Mandiri ini adalah sekolah yang telah mendapatkan adiwiyata nasional. Setelah itu, 8 sekolah adiwiyata mandiri ini akan dinaikan tingkatnya lagi penghargaan sekolah di bidang lingkungan tingkat ASEAN dengan nama Green School.

Kota Padang sudah diusulkan 2 sekolah untuk greenshool tersebut, SMA 6 Padang dan SMP Semen Padang. Adiwiyata Mandiri tersebut di Kota Padang telah diraih sejak tahun 2012 yang kini totalnya telah mencapai 16 sekolah. Lalu, pada tahun 2016 mendatang bakal diusulkan 11 sekolah lagi.

Salah seorang Kepala Sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri tersebut, Sihparmawati Kepala SMK SMAK Padang mengatakan, keluarga besar sekolah sangat bahagia atas penghargaan tersebut. Berarti, kerja keras yang dilakukan semua pihak selama ini telah membuahkan hasil.

Dikatakan SMAK Padang memiliki 14 sekolah binaan adiwiyata mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA yang kini akan memasuki adiwiyata nasional.****

Bersinergi dengan Pemko Wujudkan Kota Religius dan Berbudaya


Padang-Program keagamaan Pemko Padang tak akan bisa berhasil tanpa dukungan organisasi masyarakat terutama bidang keagamaan yang salah satunya Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang.

Pemko Padang berikan apresiasi kepada organisasi ini yang tak hanya membantu program Pemko Padang, namun juga memperdalam tingkat keimanan warga kota di masjid/ musala yang ada di Kota Padang.

Hal itu ditegaskan Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah saat memperingati Milad VI Majelis Taklim Indonesia (MTI) Kota Padang di Masjid Nurul Iman, Minggu (7/6). Tema milad tersebut mewujudkan Kota Padang menjadi kota pendidikan yang religius dan berbudaya.

Walikota menyebutkan, program-program keagamaan Pemko Padang selama ini banyak diaplikasikan oleh majelis taklim seperti wirid-wirid, tahfiz, wirid remaja, pembinaan generasi dan memperdalam agama. Di samping itu, dalam pesantren Ramadhan Pemko Padang mempersiapkan Master of Trainer pada setiap masjid/mushala yang ada. Master of Trainer tersebut akan bersinergi dengan pengurus masjid dan majelis taklim.

Dengan demikian, akan lahirnya generasi islami atau religius di tengah masyarakat Kota Padang. Dukungan dana operasional dan perhatian pun juga semakin diintensifkan ke MTI termasuk ormas-ormas lainnya.

Lalu Ketua MTI Kota Padang, Dr. Rosniati Hakim mengatakan, pada milad VI dilaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim, tabliq akbar dan lomba Mars MTI, lalu menggelar bazar. Program MTI selama ini bidang pendidikan dan dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, sosial kemasyarakatan, penelitaan dan penghargaan. Kegiatan milad,  menjadi agenda setiap tahunnya untuk mengevaluasi kinerja baik ke dalam maupun ke luar organisasi.

"Melalui evaluasi tersebut, bisa kami menilai sejauh mana apa yang telah dilakukan organisasi dan langkah apa ke depan yang akan dilakukan,"ujar Rosniati.

Lebih jauh disebutkan, lomba Mars MTI tak hanya sekedar lomba tetapi bagaimana kaum ibu-ibu lebih bisa memahami dan pesan dalam kalimat MTI mars tersebut. Lalu, Wakil Ketua MTI Kota Padang di bidang pemberdayaan ekonomi umat, Triana Puspa Sari mengatakan, pada saat milad VI mengajak para distributor untuk berpartisipasi aktif untuk menggelar bazar menjelang Ramadhan. Dengan demikian, para ibu-ibu majelis taklim bisa mendapatkan harga kebutuhan pokok yang murah.
Di samping itu, MTI  juga menghilangkan imej majelis taklim hanya diisi oleh ibu-ibu paruh baya saja dengan semakin melibatkan banyak generasi muda.****

Firdaus Ilyas, Adib Alfikri dan Syahrul Kandidat Kuat

Padang-Dalam minggu ini tiga pejabat yang akan mengisi tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilelang seperti Kepala Badan Satpol PP, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Padang, dan Dinas Pendapatan Daerah terjawab.

Sebab, hari ini Senin (8/6) panitia seleksi menyerahkan hasil seleksi para pejabat yang mengikuti seleksi tersebut. Tiga orang terbaik namanya akan diberikan kepada walikota untuk dipilih dan ditetapkan Walikota Padang sebagai pejabat yang mengisi jabatan tersebut.

Para pejabat yang mengikuti seleksi, kini harap-harap cemas menunggu hasil tersebut. Berbagai lobi pun dilakukan untuk meloloskan mereka bisa menjabat SKPD yang dilelang tersebut.

Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah kepada Sumbar Terkini, Minggu (7/6) mengatakan, pejabat yang lulus seleksi dan ditetapkan nantinya harus betul-betul menerima dan menjalankan amanah tersebut dengan baik.

Sebab, tak ada jaminan mereka bisa lama bertahan di jabatan tersebut bila tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebab, pejabat yang akan dipilih dan ditetapkan tersebut adalah mereka yang mampu menjawab keinginan masyarakat untuk kemajuan Kota Padang. Lalu, memiliki daya kreatif, inovatif, serta mampu bekerja cepat dan mampu bekerjasama dengan berbagai pihak.

"Evaluasi kinerja pejabat yang dilantik tersebut akan dilakukan setiap minggu pada rapat staf. Tentu, kami berharap mereka tak diganti kalau bisa bekerja maksimal dan mampu melakukan berbagai terobosan. Lalu, tak ada jaminan pula mereka bisa bertahan lama kendati lulus dari seleksi kalau tak bisa mengaplikasikan pekerjaan secara baik,"ujarnya.

Seleksi 3 SKPD ini merupakan rombongan pertama dengan peserta pegawai yang memenuhi syarat administrasi dari skop Kota Padang. Sedangkan untuk lelang jabatan Kepala Dinas Pasar akan dilaksanakan setelah ini.

Lalu, untuk lelang Kepala Dinas Pasar diambil skop pesertanya  se-Provinsi Sumatera Barat. Syaratnya pernah menjabat eselon III 2 kali, darimana saja bisa, dari camat atau Kepala Bagian.

Pejabat yang mengikuti seleksi untuk Kepala Satpol PP Kota Padang, Deno Indra Firmansyah, Raju Minropa, Nasrul Sugana, Yosefriawan, Azwin, Edwar Imusman, Firdaus Ilyas, Rosail Akhyari Pardomuan.

Lalu, Dinas Pendapatan Daerah Syahrul, Edwar Imusman, Elvira, Ferri Erviyan Rinaldy, Adib Alfikri, Desmon Danus, Yulfi Yendri, Al Amin,
Yosefriawan, Maiyulnita, Azwin.

Selanjutnya, untuk Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Padang Syahrul, Elvira, Adib Alfikri, Rosail Akhyari Pardomuan. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan dihimpun Singgalang pejabat yang akan lulus dan ditetapkan Walikota Padang adalah, Firdaus Ilyas Kepala Satpol PP Kota Padang karena saat ini telah Plt Satpol PP Padang. Lalu, Adib Alfikri Kepala Dinas Pendapatan Daerah karena ada kedekatan dengan gubernur dan juga pernah di Pemko Padang dan Syahrul Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah karena pengalaman dan kinerjanya cukup baik serta masih menjabat di dinas tersebut.****

Saturday, 6 June 2015

Mei, Inflasi Padang 0,65 Persen

Padang-Pada bulan Mei 2015 Kota Padang mengalami inflasi sebesar 0,65 persen. Inflasi di Kota Padang terjadi karena adanya peningkatan indeks di seluruh kelompok pengeluaran.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri menjawab Sumbar Terkini di Padang baru-baru ini.

Disebutkannya, peningkatan indeks tersebut pada kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,24 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar  sebesar 0,03 persen, kelompok sandang sebesar 0,16 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,36 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Lalu, laju inflasi tahun kalender sampai bulan Mei 2015 Kota Padang adalah sebesar -2,83 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Mei 2015 terhadap Mei 2014) Kota Padang sebesar 7,86 persen. Dari 23 kota IHK di pulau Sumatera 22  kota mengalami inflasi dan 1 (satu) Kota Mengalami deflasi.  Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,57 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bungo sebesar 0,34 persen. Satu-satunya kota yang mengalami deflasi adalah Kota Pangkal Pinang sebesar 0,61 persen.  Kota Padang menduduki posisi ke 13 di Sumatera dan posisi ke 27 dari seluruh kota yang mengalami inflasi secara nasional.

Ditambahkannya, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Mei 2015 di Kota Padang cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, petai, tomat sayur, telur ayam ras, cabai hijau, modem internet, rokok kretek filter,mobil dan beberapa komoditi lainnya, sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: beras, kentang, ikan teri, kulkas/lemari es, buncis, makanan ringan/snack, anggur, sepat siam, kol/kubis, nangka muda dan beberapa komoditi lainnya.****

Friday, 5 June 2015

Seorang Kakek 'Korban' Bus Trans Padang


Padang-Bus Trans Padang memakan korban penumpangnya, seorang Kakek berusia 71 tahun. Kakek tersebut, terluka cukup serius di tangannya baru-baru ini.

Kakek tersebut sempat terdorong dan tersungkur ketika barusan naik Bus Trans Padang dari Khatib Sulaiman menuju Pasar Raya ketika pintu tertutup secara otomatis.

Salah seorang penumpang Obral kepada Sumbar Terkini, Kamis (4/6) mengatakan, kakek tersebut terjatuh ketika baru naik setelah pintu bus tertutup secara otomatis.

Namun, kondektur Bus Trans Padang terkesan agak acuh tak acuh terhadap kakek yang terjatuh tersebut. Namun, Obral agak meradang karena sikap kondektur yang cuek tersebut.

Lantaran, Obral meradang membuat kondektur agak tersentak sedikit mau mengobati. Namun, hanya diberikan betadine saja.

menurut Obral, tak cukup diberi betadine dan harus dibawa ke rumah sakit. Oleh sebab itu, ketika si kakek mau diturunkan di halte kawasan Imam Bonjol, Obral meminta kepada kondektur untuk membawanya berobat ke rumah sakit.

Menurut Obral, kasus seperti ini menjadi pelajaran buat kondektur dan sopir Bus Trans Padang untuk lebih hat-hati dalam menaikan dan menurunkan penumpang serta memberikan tempat prioritas utama kepada orangtua untuk mendapatkan bangku.

Kondektur harus mengatur dan memfasilitasinya supaya penumpang yang lebih membutuhkan tersebut bisa dapat bangku. Bus Trans Padang tersebut bernomol polisi BA7141 BU.

Setelah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Rudy Rinaldy mengatakan, beranjak dengan kejadian tersebut tentu menjadi pengalaman berharga bagi pengelola Bus Trans Padang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Sebab, Bus Trans Padang sudah diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.

"Kita akan memanggil sopir dan kondektur dan mempertanyakan tentang kejadian tersebut. Setelah itu, akan memberikan teguran dan pembinaan,"ujarnya.

Dia pun juga mengimbau kepada penumpang Bus Trans Padang untuk memberikan perhatian khusus kepada penumpang lain yang lebih membutuhkan bangku seperti orangtua, ibu hamil, ibu-ibu mengendong anak.****

Bapedalda Tindak Tegas Pelaku Perusakan Taman

Padang-Kepala Bapedalda Kota Padang, Edi Hasymi menindaktegas pelaku pengerusakan taman di depan Hotel Axana kawasan Jalan Bundo Kanduang.

Pelaku pengerusakan itu salah satu perusahan telekomunikasi di Kota Padang baru-baru ini yang belum keluar izinnya.

Hal itu dikatakannya kepada Sumbar Terkini di Padang, Kamis (4/6). Disebutkannya, perusahaan tersebut belum keluar izinnya namun sudah membangun tower. Bukan itu saja, pembangunannya pun merusak taman. Jelas, apa yang dilakukan perusahaan tersebut melanggar ketentuan perizinan dan lingkungan hidup UU No.32 tahun 2009 yang bisa berdampak sanksi pidana kepada pelakunya.

Dengan tegas Edi mengatakan,Kepada perusahaan yang berencana melakukan pembangunan untuk melengkapi terlebih dulu atau keluar izin. Sebelum izin dikantongi jangan membangun dulu hingga keluar izin tersebut. Namun, kalau dilanggar bisa dibatalkan izin permohonan apalagi merusak lingkungan.

"Pemko Padang bukan tak mendukung investasi, namun tentu harus sesuai dengan aturan yang ada. Bila melanggar, tentu dilarang. Bentuk dukungan pun berbagai insentif pun diberikan,"ujar Edi Hasymi.

Dikatakan Edi, tahap awal Bapedalda akan memanggil pimpinan perusahaan perusak taman di depan Axana tersebut terlebih dulu. Setelah ada pemeriksaan, baru diketahui langkah apa yang akan dilakukan.

Ditambahkan Edi, pembangunan di Kota Padang harus berbasis lingkungan. Artinya, pembangunan tetap dilaksanakan namun lingkungan pun terjaga.****

Tuesday, 26 May 2015

Taman Budaya Kembalikan Kejayaan Seni Anyama

Padang-Seni anyaman tradisional juga terkenal di Sumatra Barat namun kondisinya sudah mulai ditinggalkan oleh Masyarakat Minangkabau. Padahal, seni anyaman tersebut mampu membantu pendapatan ekonomi keluarga dan mengembangkan ekonomi kreatif..

Taman Budaya Sumatera Barat memahami itu, dan berupaya kembali menggalakkan seni anyaman tradisional ini dengan menggelar lomba seni kriya (anyaman) anyaman tingkat SLTP se-Kota Padang di Taman Budaya tersebut, Senin (25/4).

Kepala Taman Budaya Sumbar Muasri kepada wartawan mengatakan, seni anyaman tradisional ini untuk merubah dan memantapkan pikiran-pikiran peserta didik agar tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif. Karena, semakin banyak nuansa positif yang ada di otak semakin jauh pola hal-hal merusak pikiran hinggap di otak. Itu yang coba di tangkap oleh Taman Budaya Sumbar.

Namun, menurut Muasri Kota Padang memang belum bisa memaksimakan peluang yang ada ini. Terbukti, dari seluruh SLTP yang di undang hanya 17 orang yang datang untuk ikut berlomba. Muasri juga belum bisa memastikan apa kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah sehingga kesempatan untuk meningkatkan kreatifitas anak didiknya tidak dimanfaatkan.

Padahal anyaman tradisional ini memiliki nilai jual yang tinggi, karena anyaman selain membuatnya perlu trik bahan dasarnya juga mudah di dapatkan seperti bambu, eceng gondok, pandan yang biasa membuat tikar serta untuk aksesoris bisa juga dari tali atau benang.

"Apakah soal anggaran kita tidak tahu itu," terang Muasri. Padahal, Taman Budaya sudah menyediakan hadiah untuk pemenang sebesar Rp15 juta untuk lima pemenang nantinya. Tidak hanya itu saja, juri dalam lomba ini juga didatangkan dari UNP yang sudah teruji kualitasnya.

Ditambahkan Muasri pemerhati pendidikan juga bisa mengambil peluang ini ketika zaman plastik sudah merubah zaman tradisional. Apapun saat ini jenis produk perlengkapan seperti produk rumah tangga, sudah banyak digantikan oleh plastik. Padahal anyaman tradisional itu memiliki nilai tersendiri yang banyak mengandung seni dan estetika.

"Seperti tudung nasi banyak terbuat dari plastik, tikar pandan pun sudah digantikan oleh plastik. Kita berupaya bagaimana mengembalikan ke anyaman sehingga juga bisa meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan," kata Muasri.****

16 Pejabat Dimutasi, BKD Harus Kantongi Data Kesehatan Pejabat


Padang-Gerbong mutasi, rotasi dan promosi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Padang kembali terjadi, Senin (25/5). Kali ini, sebanyak 16 pejabat dari eselon II, III dan IV dilantik Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah. Wako meminta agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang mengantongi data kesehatan masing-masing pejabat.
Dilakukannya pelantikan pejabat pada hari itu murni dikarenakan pertimbangan kesehatan. Hal ini diakui Wako Mahyeldi di depan seluruh pejabat yang dilantik dan undangan yang hadir di ruang Bagindo Azizchan, Balaikota Padang. “Pelantikan kali ini karena pertimbangan kesehatan,” kata Wako kepada wartawan
Karena itu, Wako mengimbau kepada BKD Kota Padang untuk mendapatkan betul data kesehatan dari pejabat yang akan dilantik. Diperlukannya hasil general check up masing-masing pejabat agar dapat diketahui fisik pejabat yang benar-benar siap untuk diberi amanah. “Beban pekerjaan jauh lebih berat. Apalagi Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat,” kata Wako.
Masyarakat Kota Padang memiliki dinamika yang cukup tinggi. Kecerdasan masyarakat yang haus akan pelayanan dari aparatur pemerintah membutuhkan kesiapsiagaan fisik. “BKD agar mendata seluruh hal yang berkaitan dengan individu pegawai yang harus lengkap, seperti mutasi, kesehatan, jenjang karir, naik pangkat dan data lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Wako mengimbau kepada seluruh pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan baik. Pejabat dapat memecahkan masalah dan urusan dengan baik. “Laksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggungjawab,” imbaunya.
Dalam bertugas, SKPD diimbau untuk tidak lari dari tanggungjawab. Apabila dalam bekerja sudah berjalan sesuai aturan, hadapi dan laksanakan dengan sebaiknya. “Jika lari dari tanggungjawab itu sama dengan lari dari medan pertempuran,” tukuk Wako.
Informasi yang dirangkum, sebanyak 16 orang pejabat eselon II, III dan IV dilantik siang itu. Seperti, Vidal Triza yang sebelumnya Kepala Dinas Dukcapil dipercaya menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan. Posisi yang ditinggalkan Vidal Triza digantikan Wedistar yang sebelumnya adalah Asisten I. Zabendri yang sebelumnya Kepala Dinas Perindagtamben menduduki jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik.
Kemudian Hendrizal Azhar yang sebelumnya kepala Dinas Pasar dipercaya sebagai Kepala Dinas Perindagtamben. Kepala Bagian Organisasi yang sebelumnya ditempati Swesti Fanloni diisi Sandra Imelda Hanafiah. Sedangkan Swesti Fanloni dilantik sebagai Kepala Kantor Arsip, Perpustakaan dan Dokumentasi.
Tri Hadiyanto yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda dilantik sebagai Kabag Pembangunan Setda. Sedangkan Hermansyah yang menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum menduduki jabatan yang ditinggalkan Tri Hadiyanto.
Basli yang sebelumnya Kabag Pembangunan Setda, dilantik sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum. Kabid Pengendalian DPKA, Fuji Astomi dilantik sebagai Camat Padang Selatan. Sedangkan Yefri yang sebelumnya Camat Padang Selatan dipercaya menduduki jabatan yang ditinggalkan Fuji Astomi.
Malyusdi yang sebelumnya Kabid Perlindungan Konsumen dan PBJ Dinas Perindagtamben dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Perdagangan pada Diperindagtamben. Malyusdi berganti posisi dengan Desemberius.
Yuharisman yang sebelumnya Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP menduduki jabatan baru sebagai Kepala Seksi Kerjasama Satpol PP. Sedangkan Bambang Suprianto menduduki jabatan yang ditinggalkan Yuharisman. Promosi jabatan didapat Sovia Irawati yang dipromosikan sebagai Kasubag Tata Usaha pada UPT Laboratorium Lingkungan Hidup.****

Monday, 25 May 2015

Pembebasan Lahan Tantangan Dunia Konstruksi

Padang-Sulitnya pembebasan lahan menjadi tantangan utama sering terlambatnya penyelesaian proyek fisik di Sumatra Barat. Itu sebagai dampak lambatnya pengambilan keputusan pada saat proyek di lapangan, karena kekhawatiran terseret ke ranah pidana. Guna mengatasi tantangan saat pelaksanaan fisik pekerjaan konstruksi di lapangan dituntut peran semua unsur.

Hal itu dikatakan Pemerhati dunia konstruksi Sumatra Barat Yunisfar kepada Singgalang di Padang, Sabtu (23/5). Disebutkannya, beranjak dari itu semua unsur yang perlu terlibat dalam penangganan dimulai dari pemerintah memperbaiki Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres), DPR memperbaiki undang-undang, DPRD Provinsi, kabupaten/kota memperbaiki Perda.

Lalu, Kepolisian dan Kejaksaan menindaklanjuti secara bijak terhadap laporan dari masyarakat. Artinya, tak semua laporan ditindak lanjuti bila tak mencukupi beberapa persyaratan yang ditetapkan dari persyaratan umum. Lalu, si pelapor juga siap dituntut balik bila laporannya tersebut tak benar dan terkesan mengada-gada.

"Singkatnya persoalan ini perlu dilakukan revolusi mental untuk menyelesaikan segala persoalan pembangunan dan perlindungan kontraktor,"ujarnya.

Lebih jauh disebutkan, banyak peraturan yang harus ditaati kontraktor  serta lemahnya perlindungan kontraktor membuat jumlah kontraktor di Sumatra Barat menurun tajam yang kini jumlahnya kurang 2000 orang.

Sangat rincinya aturan penggadaan barang dan jasa pemerintah, juga menyebabkan hampir dapat dipastikan terjadinya suatu pelanggaran. Sanggahan hingga pengaduan selalu bermunculan tak jarang berunjung pada panggilan penegak hukum karena keterkaitan dengan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

Pada pelanggaran yang disengaja tentu wajar mendapatkan sanksi hukum sebagai efek jera. Namun, bagi kontraktor yang tak sengaja dan lebih pada kekeliruan administrasi pun tetap mendapatkan sanksi hukum.

Dikatakannya, bangunan roboh bukan serta merta bisa disalahkan ke kontraktor. Sebab, kesalahan kontraktor bila proyek yang dikerjakan tersebut tak sesuai dengan spesifikasi bahan yang telah ditetapkan. Jadi, bisa saja persoalan dari tim teknis SKPD yang membuat manajemen proyek tersebut tak sesuai dengan  hitungan yang sebenarnya.

Ditambahkan, banyaknya pungutan atau uang cendol lah namanya serta uang keamanan buat oknum aparat penegak hukum membuat kondisi dunia konstruksi semakin buruk dan telah itu membudaya.

Kondisi demikian, sudah membudaya dari pemerintah pusat hingga daerah yang sudah harus mulai diperbaiki. Namun, tentu harus dimulai bukan saling menunggu siapa yang memulainya. Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya, sudah harus memulai memperbaiki budaya buruk tersebut.

Oleh sebab itu perlu duduk bersama semua pihak, mulai dari panitia tender, pemilik proyek, penguna jasa, penjual jasa serta aparat penegak hukum untuk menyamakan persepsi dan menyelesaikan persoalan konstruksi dan bisa memberikan perlindungan kepada kontraktor yang selalu dipersalahkan.

Persoalan itu mulai dari pekerjaan yang tak selesai sesuai dengan kontrak kerja, pekerjaan tak sesuai dengan bestek, lahan yang dikerjakan kontraktor belum bebas atau masih bermasalah, hingga oknum-oknum aparat penegak hukum yang ikut campur mencari proyek dalam tender tersebut.****

Sunday, 24 May 2015

Suatu Kemunduran, Pelaksanaan Pesantren Ramadhan di Sekolah



Padang-Program pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang salah satu tujuannya meramaikan masjid/mushala pada tahun 2015 ini menjadi mundur, karena ditunjuk 4 sekolah menjadi pilot project pelaksanaan pesantren Ramadhan di sekolah.

Jelas kebijakan Pemko Padang ini, menimbulkan banyak pertanyaan di
tengah masyarakat. Warga Kota Padang banyak yang tak setuju dengan rencana tersebut, karena bertentangan dengan program Pemprov Sumbar kembali ke surau.

Salah seorang warga, Hendra kepada Singgalang, Sabtu (23/5) mengatakan, pesantren yang dilaksanakan 21 Juni sampai 4 Juli 2015 dengan ditunjuk 4 sekolah menjadi pilot project, bukan langkah maju tetapi langkah mundur.

Dia heran, kenapa sampai muncul pula ide seperti itu dan direalisasikan dalam bentuk kebijakan. Menurutnya, bila pelaksanaan pesantren Ramadhan dilaksanakan di sekolah apa bedanya dengan dulu. Timbulnya rencana pelaksanaan di sekolah tersebut, beranjak dari evaluasi yang dilaksanakan sebelumnya yang kurang maksimal.

"Sekarang sudah maju, lalu dikembalikan ke sekolah bagaimana pula itu ceritanya,'ujar Hendra.Lalu, Syofiani juga kurang mendukung rencana Pemko Padang untuk mengembalikan pelaksanaan pesantren Ramadadhan tersebut ke sekolah.

"Kendati baru pada empat sekolah untuk pilot project, namun bisa saja nanti ke seluruh sekolah,"ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan pesantren Ramadhan di sekolah terkesan mengurangi kerja para guru mengawasi anak didiknya di lingkungan sekolah. Di Samping itu, para siswa nantinya kurang mengenal pula masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya. Di samping itu, juga akan timbul persoalan baru dari penggunaan anggaran pesantren. Dalam mata anggarannya, dipergunakan dana tersebut untuk membantu pelaksanaan di masjid/mushala bukan di sekolah.

Bila dipaksakan juga akan menjadi temuan BPK. Setelah itu, bila dibebankan ke sekolah membuat kepala sekolah pusing tujuh keliling pula mencarikan dananya.

Setelah di konfirmasi dengan Kabag Kesra Kota Padang, Al Amin mengatakan, dilaksanakan 4 sekolah menjadi pilot project pelaksanaan pesantren Ramadhan adalah berdasarkan permintaan masyarakat sebanyak 20 persen.

Oleh sebab itu, dicoba dan nanti dievaluasi hasilnya. Bila memang, lebih baik di masjid/mushala maka pelaksanaan di sekolah tahun depan tak dilaksanakan lagi.

Empat sekolah yang menjadi pilot project tersebut Pelaksanaan seperti di SMA 1, SMA2, SMKN 6 dan MAN2. Pada tahun ini sebanyak 1.150 mentor yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan dilatih secara bertahap. Mentor-mentor tersebut nantinya akan berperan layaknya kepala sekolah, sehingga pesantren ramadan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi generasi bangsa.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyediakan anggaran untuk Pesantren Ramadan sebesar Rp2,1 miliar.****

Pengawas Sekolah Dituntut Miliki Standar Kompetensi


Payakumbuh, Pengawas Sekolah semakin dituntut oleh dunia pendidikan memiliki standar kompetensi yang mampu secara terus-menerus dan berkelanjutan melakukan perubahan ke arah perbaikan.

Itu dilakukan dengan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan tertentu, sekaligus berfungsi sebagai mitra guru dan kepala sekolah, inovator, konselor, kolaborator, asesor, evaluator dan konsultan pendidikan.

Guna mendapatkan pengawas seperti itu, maka mereka harus diberikan pendidikan dan pelatihan oleh lembaga diklat yang terakreditasi dan memiliki sertifikat jaminan mutu seperti yang dimiliki Badan Diklat Sumatra Barat.

Kepala Badan Diklat Sumbar, H. Rosman Effendi saat membuka diklat  fungsional calon pengawas sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat dan Provinsi Riau di Payakumbuh, Sabtu (23/5) mengatakan, untuk memajukan pendidikan diperlukan sebuah tata kelola atau manajemen yang bagus, karena ketika lembaga pendidikan dapat dipimpin oleh orang yang memang ahlinya  maka akan tercipta sebuah pendidikan yang berkualitas.

Diklat fungsional tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bekerjasama dengan Badan Diklat Provinsi Sumatera Barat yang diikuti sebanyak 37 orang.

Disebutkannya, sekolah/ madrasah yang baik harus dipimpin oleh kepala sekolah/ madrasah pilihan sesuai dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi, maksudnya strata 1 atau strata 2 kependidikan, bukan sebaliknya. Namun demikian, peran supervisor atau pengawas sekolah sangat mendukung, karena tanpa adanya pengawas yang professional maka tidak mungkin juga sebuah sekolah/ madrasah akan berjalan baik dan bermutu. Salah satu mutu pendidikan sekolah/madrasah sangat ditentukan oleh pengawas yang professional, kepala sekolah yang professional, juga guru yang professional sehingga hal ini akan memberikan dampak tercipta sebuah pendidikan bermutu baik.

"Kalau kita analisa bersama kenyataannya di lapangan masih perlu dibenahi dalam hal supervisi pendidikan yang dilakukan oleh para pengawas. Cukup banyak para pengawas kita dalam menjalankan tugasnya belum maksimal memberikan pelayanan dan bimbingan kepada guru disekolah, dikarenakan keahlian dan keterampilan pengawas tersebut masih pas-pasan, hal inilah yang sering dikeluhkan oleh para dewan guru,"ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan, Badan Diklat Sumatera Barat sudah terakreditasi. Prestasi yang diberikan LAN RI dengan Keputusan LAN RI No. 85/PPA/10.4/2012 tanggal 20 Januari 2012 atas penyelenggaraan Diklat Prajabatan Gol I dan II dg kategori Akreditasi B, Diklat Prajabatan Gol III dg kategori Akreditasi B, Diklat Pimpinan Tk IV kategori Akreditasi B serta Diklat Pimpinan tingkat III kategori Akreditasi B

Disamping penghargaan tersebut Badan Diklat Prov Sumbar juga berhasil memperoleh sertifikat Standar Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 . Untuk kerjasama telah dijalin dengan berbagai pihak baik dalam dan luar negeri antara lain dengan JICA Jepang dalam pelaksanaan Diklat kapasitas Camat, dengan Deplu pelaksanaan diklat Diplomasi dan Hubungan Internasional, dengan Menkominfo, Pemda Riau, dan sebagainya.

Idealnya seorang pengawas harus lebih pintar dan mampu dari dalam hal pembinaan, bimbingan, pemberdayaan.  Namun kenyataannya masih ada pengawas yang belum begitu terampil, meskipun ada juga yang sudah terampil hal ini masih belum memadai.

Ditambahkannya, melalui diklat ini permasalahan dihadapi selama ini sekarang kurangnya pembinaan terhadap guru di sekolah yang seharusnya dilakukan pengawas bisa teratasi.****

Antisipasi ISIS, Pemuda Ansor Dibekali 'Senjata'



Padang-Gerakan Pemuda Anshor memback up pemerintah daerah dan nasional dalam mengantisipasi masuk dan berkembangnya paham radikal ISIS. Salah satu upaya yang dilakukan dengan semakin membekali pemuda tersebut dan melakukan kaderisasi mencetak pemuda yang tangguh.

Walikota Padang yang diwakili staf ahli Bambang Sutrisno usai membuka Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Padang di Hotel Prima Kota Padang, Sabtu (23/5). Bambang mengatakan, upaya yang dilakukan pemuda Ansor tersebut diapresiasi Pemko Padang.

Dikatakannya, benteng suatu negara atau daerah adalah pemuda. Bila pemudanya kuat dalam banyak sisi maka negara tersebut kuat.

"Paham radikal ISIS memang sangat mengkhawatirkan dunia. Tentu, paham tersebut perlu diantisipasi lebih maksimal lagi supaya tak masuk ke Indonesia. Tugas tersebut, tak tak bisa disandarkan saja ke negara, namun peran masyarakat terutama pemuda sangat diharapkan,"ujar Bambang.

Dia mengakui, selama ini program GP Ansor Padang bersinergi dengan program Pemko Padang dalam pembangunan keagamaan maupun daerah.

Lalu, Ketua Pengurus Cabang Pemuda Ansor Kota Padang, Tan Gusli mengatakan, kegiatan PKD ini adalah program kaderisasi pemuda Ansor untuk melahirkan calon-calon pemimpin. Yang akan dilahirkan itu adalah pemimpin peduli dengan masyarakat serta berbuat positif. Di samping itu, pemimpin yang memiliki visi ke depan. 

"Seorang pemimpin itu harus memiliki prinsip yang memperbaiki dirinya terus menerus ke arah yang lebih baik,"ujar Tan Gusli.

Pemimpin harus memiliki empati kepada masyarakat yang dipimpinnya. Sebab, saat ini pemimpin seperti itu kian menipis. Tak hanya itu saja, saat ini juga cukup banyak lemahnya visi misi pemimpin untuk ke depan lebih baik. Oleh sebab itu, Kader GP Anshor bisa semakin berperan aktif dan peduli di tengah masyarakat seperti pelatihan dan penyuluhan dalambanyak hal yang telah dilakukan. Bagi yang tak mengikuti dengan baik, maka diberikan sertifikat lulus bersyarat.

Ketua Panitia Pelaksana, Eri Kusnedi mengatakan, tujuan kegiatan tersebut akan melahir kader-kader yang tangguh dan memperjuangkan nilai-nilai yang ada pada Ansor yang dimulai dari Ahlusunnah Wal Jammaah serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Tema yang diangkat, melahirkan pemuda yang tangguh dan profesional, berpegang teguh dengan ideologi ahlussunnah walJama'ah serta memiliki jiwa nasionalisme dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peserta kader-kader pemuda Ansor dari Kota Padang dan beberapa daerah di Sumatra Barat seperti Kota Pariaman, Dharmasraya, Limapuluh Kota, Sijunjung dan Solok Selatan dengan peserta sebanyak 65 orang yang berlangsung selama 2 hari.

Materinya, sejarah dan prinsip ajaran ahlul sunnah waljamaah. Lalu, tradisi dan ahmaliah Nahdatul Ulama dan pembicara nasional Pimpinan Wilayah Pemuda Ansor Banten Gus Imron yang juga Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor. Kemudian, dasar-dasar keorganisasian, tentang sejarah, pandangan organisasi. Peran kontribusi NU dalam sejarah Indonesia, sejarah dan program pemuda Ansor.****

Tuesday, 19 May 2015

Machudum Cup I, 20 SSB se-Sumbar Berlaga

Padang-Sebanyak 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Sumbar berlaga untuk menjadi jawara pada turnamen sepakbola Machudum Cup I yang dibentang dari 17 Mei sampai 7 Juni 2015 di Lapangan Bola Brandon Lapai Padang.

Turnamen yang ditabuh oleh Wakil Ketua Asosiasi kota (Askot) PSSI Padang Joni Efendi pada Minggu (17/5) memperebutkan total hadiah Rp5 juta.

Tim yang telah ambil bagian dalam turnamen dari Kota Padang adalah SSB Rajawali Machudum, SSB Balai Baru, Putra Wijaya, Padang United, Putra Brandon, Putra Ranah Minang, Rajawali Machudum, Netral.Bungus Teluk Kabung (Bungtekab),dan Harapan Bangsa

Tim dari luar Kota Padang yang telah mendaftar adalah Basoka Pariaman, Garuda Muda Kabupaten Solok, GM Halmecy Kabupaten Solok, Tuah Sakato Padang Pariaman, Tunas Harapan Lubuk Basung,Gama Muda Pasaman, SSB Tarusan Painan.

Wakil Ketua Askot PSSI Padang Joni Efendi kepada Singgalang mengatakan, Askot PSSI mendukung sekali turnamen sepakbola semacam ini bisa dilaksanakan oleh semua pihak. Sebab, dari turnamen inilah, akan terpantau bibit pemain sepakbola potensial.

Ia juga menyambut baik penyelenggaraan turnamen ini dilatar belakangi untuk mengenang almarhum Datuk Machudum atas kiprah dan sumbangsihnya mengembangkan sepakbola di Kota Padang dan Sumatera Barat.

Karena melalui tangan dingin Datuk Machudum, PS Machudum telah melahirkan pemain yang berkiprah sampai ke tingkat nasional, dan bisa menjadi pelatih nasional, seperti Nilmaizar, Delfi Adri,Indra Sjafri,Jafri Sastra, serta sederet nama lainnya yang malang melintang di sepakbola Indonesia.

"Saya juga alumni dari PS Machudum ditahun 1980an sangat merasakan lakek tangan Datuk Machudum. Berkat dorongan moril dan materil beliau, seluruh pemain Machudum matang dalam berkarir di sepakbola, sampai ke tingkat nasional,"ungkap Joni.

Sementara itu, Ketua Pelaksana turnamen Devira menambahkan, sistem pertandingan turnamen ini memakai sistem setengah kompetisi untuk babak penyisihan, dimana dari 20 tim peserta dibagi menjadi 5 pool.

Tim yang berhak lolos ke babak berikutnya dijelaskan Devita adalah juara dan runner up masing-masing pool.Selanjutnya di babak kedua nanti telah memakai sistem gugur, sementara tim yang lolos ke partai puncak sebanyak tiga tim. sehingga di babak ini memakai sistem final segitiga.

"Mudah-mudahan aja turnamen yang baru pertama kali kami gelar ini lancar dan tidak ada masalah, sehingga di tahun-tahun selnjutnya bisa berlanjut,"Harap Devira.

Penggagas turnamen Machudum yang juga putri kandung Datuk Machudum, Tanti bertekad bakal  terus menggelar turnamen ini setiap tahun. Bahkan kedepan pihaknya berencana membuat turnamen ini tidak hanya untuk kelompok U-15 saja, tapi untuk semua tingkatan umur. Tidak tertutup kemungkinan juga akan mengadakan  turnamen tingkat senior.****

Maksimakan Penyerapan Lulusan SMK

Padang-Kesuksesan lulusan siswa SMK mendapatkan pekerjaan tak semata atas kemampuan skill yang dimiliki, namun juga keaktifan mereka mencari informasi di Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK.

Pemko Padang juga semakin mempersiapkan BKK yang ada di Kota Padang dengan memberikan bimbingan teknis untuk pengelola BKK tersebut. Bimtek dilakukan selama 2 hari, 18-19 Mei di aula diklat dinsosnaker yang diikuti sebanyak 40 peserta.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Padang, Frisdawati Amran Boer didamping Kabid Pentalatas kepada wartawan, Senin (18/5) di sela-sela pembukaan mengatakan, kurikulum SMK yang mengacu pada kesiapan lulusan sebagai tenaga kerja siap pakai dengan keterampilan khusus maka BKK lebih banyak mengarahkan siswa untuk terjun ke dunia kerja.

Pada kenyataannya sebagian siswa merasa belum siap untuk memasuki bekerja. Kecemasan akan kemampuan mereka sendiri membuat mereka kurang yakin untuk berkarir. BKK diharapkan mampu menyalurkan tenaga kerja dan juga memotivasi lulusan, sehingga mereka yakin dengan kemampuannya dan siap berkarir di dunia kerja dengan bekal keterampilan yang mereka peroleh salama menempuh pendidikan di kejuruan.

"BKK sebagai lembaga yang diperuntukan guna penyaluran tenaga kerja lulusan SMK mempunyai pengaruh besar dalam penentuan karir dan penempatan kerja siswa setelah lulus. BKK dalam perannya memberikan bimbingan karir kepada siswa, meliputi bekerja dan studi lanjut,"ujar Frisdawati.

Lalu Hendry mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pedoman kepada pengelola bursa kerja khusus tentang tentang cara dan pengelolaan BKK yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Sasaran dari kegiatan tersebut, 40 orang pengelola BKK yang terdiri dari 20 SMK yang ada di Kota Padang. Materi pelatihan, kebijakan ketenagakerjaan Kota Padang, sistem antar kerja, kebijakan Ditjen Binapenta pada BKK.

Lalu, pengelolaan bursa kerja khusus di Kota Padang dan pengenalan dan simulasi IPKOL pada BKK. Pada acara tersebut juga terjadi tanya jawab yang terungkap banyak keterampilan yang diberikan kepada siswa SMK kurang relevan lagi dengan kebutuhan pasar kerja.****

Hindari Kebocoran, Pemko Padang Terapkan Elektronifikasi

Padang-Guna menghindari kebocoran retribusi dan memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sudah saatnya Pemerintah Kota Padang menerapkan elektronifikasi. Dengan ini akan mengubah semua metode pembayaran dari manual menjadi elektronik, mengubah pembayaran tunai menjadi non tunai, serta meningkatkan akses keuangan yang terbatas menjadi luas.

Hal ini dikatakan Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah kepada wartawan usai dalam rapat staf di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (18/5).

Dalam rapat yang melibatkan Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat serta beberapa pimpinan wilayah perbankan di Kota Padang ini, Mahyeldi tertarik dengan presentasi terkait penerapan elektronifikasi. Banyak manfaat positif, selain setiap pemasukan secara seketika (real-time) langsung masuk ke rekening kas daerah, juga mendukung program anti pencucian uang dan pencegahan korupsi.

"Maka ini harus dapat disegerakan, untuk penerapannya kita akan jalin kerjasama dengan BI dan pihak perbankan lainnya," ungkap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Puji Atmoko dalam presentasinya menjelaskan, manfaat elektronifikasi ini dapat digunakan untuk transaksi 24 jam sehari per tujuh hari seminggu. Transaksi yang dilakukan pun tercatat dan tersimpan sampai kapanpun sehingga dapat menjadi bukti audit.

"Dengan ini kita bisa bertarnsaksi dengan praktis, nyaman dan aman tanpa rasa was - was akan uang hilang. Terhindar pula dari uang palsu, serta meminimalisir shadow economy," papar Puji.

Rapat staf ini, dihadiri juga oleh Wakil Walikota Emzalmi, Sekretaris Daerah (Sekda) Nasir Ahmad, para Asisten, Staf Ahli dan pimpinan SKPD.****
 
Copyright © 2013 Sumbar Terkini
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger