Padang-Bus
Trans Padang memakan korban penumpangnya, seorang Kakek berusia 71
tahun. Kakek tersebut, terluka cukup serius di tangannya baru-baru ini.
Kakek tersebut sempat terdorong dan tersungkur ketika barusan naik Bus Trans Padang dari Khatib Sulaiman menuju Pasar Raya ketika pintu tertutup secara otomatis.
Salah seorang penumpang Obral kepada Sumbar Terkini, Kamis (4/6) mengatakan, kakek tersebut terjatuh ketika baru naik setelah pintu bus tertutup secara otomatis.
Namun, kondektur Bus Trans Padang terkesan agak acuh tak acuh terhadap kakek yang terjatuh tersebut. Namun, Obral agak meradang karena sikap kondektur yang cuek tersebut.
Lantaran, Obral meradang membuat kondektur agak tersentak sedikit mau mengobati. Namun, hanya diberikan betadine saja.
menurut Obral, tak cukup diberi betadine dan harus dibawa ke rumah sakit. Oleh sebab itu, ketika si kakek mau diturunkan di halte kawasan Imam Bonjol, Obral meminta kepada kondektur untuk membawanya berobat ke rumah sakit.
Menurut Obral, kasus seperti ini menjadi pelajaran buat kondektur dan sopir Bus Trans Padang untuk lebih hat-hati dalam menaikan dan menurunkan penumpang serta memberikan tempat prioritas utama kepada orangtua untuk mendapatkan bangku.
Kondektur harus mengatur dan memfasilitasinya supaya penumpang yang lebih membutuhkan tersebut bisa dapat bangku. Bus Trans Padang tersebut bernomol polisi BA7141 BU.
Setelah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Rudy Rinaldy mengatakan, beranjak dengan kejadian tersebut tentu menjadi pengalaman berharga bagi pengelola Bus Trans Padang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Sebab, Bus Trans Padang sudah diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.
"Kita akan memanggil sopir dan kondektur dan mempertanyakan tentang kejadian tersebut. Setelah itu, akan memberikan teguran dan pembinaan,"ujarnya.
Dia pun juga mengimbau kepada penumpang Bus Trans Padang untuk memberikan perhatian khusus kepada penumpang lain yang lebih membutuhkan bangku seperti orangtua, ibu hamil, ibu-ibu mengendong anak.****
Kakek tersebut sempat terdorong dan tersungkur ketika barusan naik Bus Trans Padang dari Khatib Sulaiman menuju Pasar Raya ketika pintu tertutup secara otomatis.
Salah seorang penumpang Obral kepada Sumbar Terkini, Kamis (4/6) mengatakan, kakek tersebut terjatuh ketika baru naik setelah pintu bus tertutup secara otomatis.
Namun, kondektur Bus Trans Padang terkesan agak acuh tak acuh terhadap kakek yang terjatuh tersebut. Namun, Obral agak meradang karena sikap kondektur yang cuek tersebut.
Lantaran, Obral meradang membuat kondektur agak tersentak sedikit mau mengobati. Namun, hanya diberikan betadine saja.
menurut Obral, tak cukup diberi betadine dan harus dibawa ke rumah sakit. Oleh sebab itu, ketika si kakek mau diturunkan di halte kawasan Imam Bonjol, Obral meminta kepada kondektur untuk membawanya berobat ke rumah sakit.
Menurut Obral, kasus seperti ini menjadi pelajaran buat kondektur dan sopir Bus Trans Padang untuk lebih hat-hati dalam menaikan dan menurunkan penumpang serta memberikan tempat prioritas utama kepada orangtua untuk mendapatkan bangku.
Kondektur harus mengatur dan memfasilitasinya supaya penumpang yang lebih membutuhkan tersebut bisa dapat bangku. Bus Trans Padang tersebut bernomol polisi BA7141 BU.
Setelah dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Rudy Rinaldy mengatakan, beranjak dengan kejadian tersebut tentu menjadi pengalaman berharga bagi pengelola Bus Trans Padang untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang. Sebab, Bus Trans Padang sudah diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga.
"Kita akan memanggil sopir dan kondektur dan mempertanyakan tentang kejadian tersebut. Setelah itu, akan memberikan teguran dan pembinaan,"ujarnya.
Dia pun juga mengimbau kepada penumpang Bus Trans Padang untuk memberikan perhatian khusus kepada penumpang lain yang lebih membutuhkan bangku seperti orangtua, ibu hamil, ibu-ibu mengendong anak.****


Post a Comment