Padang-Program pelaksanaan Pesantren Ramadhan yang salah
satu tujuannya meramaikan masjid/mushala pada tahun 2015 ini menjadi
mundur, karena ditunjuk 4 sekolah menjadi pilot project pelaksanaan
pesantren Ramadhan di sekolah.Jelas kebijakan Pemko Padang ini, menimbulkan banyak pertanyaan di
tengah masyarakat. Warga Kota Padang banyak yang tak setuju dengan rencana tersebut, karena bertentangan dengan program Pemprov Sumbar kembali ke surau.
Salah seorang warga, Hendra kepada Singgalang, Sabtu (23/5) mengatakan, pesantren yang dilaksanakan 21 Juni sampai 4 Juli 2015 dengan ditunjuk 4 sekolah menjadi pilot project, bukan langkah maju tetapi langkah mundur.
Dia heran, kenapa sampai muncul pula ide seperti itu dan direalisasikan dalam bentuk kebijakan. Menurutnya, bila pelaksanaan pesantren Ramadhan dilaksanakan di sekolah apa bedanya dengan dulu. Timbulnya rencana pelaksanaan di sekolah tersebut, beranjak dari evaluasi yang dilaksanakan sebelumnya yang kurang maksimal.
"Sekarang sudah maju, lalu dikembalikan ke sekolah bagaimana pula itu ceritanya,'ujar Hendra.Lalu, Syofiani juga kurang mendukung rencana Pemko Padang untuk mengembalikan pelaksanaan pesantren Ramadadhan tersebut ke sekolah.
"Kendati baru pada empat sekolah untuk pilot project, namun bisa saja nanti ke seluruh sekolah,"ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pesantren Ramadhan di sekolah terkesan mengurangi kerja para guru mengawasi anak didiknya di lingkungan sekolah. Di Samping itu, para siswa nantinya kurang mengenal pula masyarakat dan lingkungan tempat tinggalnya. Di samping itu, juga akan timbul persoalan baru dari penggunaan anggaran pesantren. Dalam mata anggarannya, dipergunakan dana tersebut untuk membantu pelaksanaan di masjid/mushala bukan di sekolah.
Bila dipaksakan juga akan menjadi temuan BPK. Setelah itu, bila dibebankan ke sekolah membuat kepala sekolah pusing tujuh keliling pula mencarikan dananya.
Setelah di konfirmasi dengan Kabag Kesra Kota Padang, Al Amin mengatakan, dilaksanakan 4 sekolah menjadi pilot project pelaksanaan pesantren Ramadhan adalah berdasarkan permintaan masyarakat sebanyak 20 persen.
Oleh sebab itu, dicoba dan nanti dievaluasi hasilnya. Bila memang, lebih baik di masjid/mushala maka pelaksanaan di sekolah tahun depan tak dilaksanakan lagi.
Empat sekolah yang menjadi pilot project tersebut Pelaksanaan seperti di SMA 1, SMA2, SMKN 6 dan MAN2. Pada tahun ini sebanyak 1.150 mentor yang tersebar di 11 kecamatan dan 104 kelurahan dilatih secara bertahap. Mentor-mentor tersebut nantinya akan berperan layaknya kepala sekolah, sehingga pesantren ramadan benar-benar dirasakan manfaatnya bagi generasi bangsa.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyediakan anggaran untuk Pesantren Ramadan sebesar Rp2,1 miliar.****

Post a Comment