BREAKING NEWS

Batik Tanah Liek

Kesehatan

Hukum

Tuesday, 24 March 2015

Harus Tiga Kali, Usia 0-15 Tahun Wajib Imunisasi Difteri

Padang-Imunisasi Difteri periode II terus berlanjut pada Maret 2015 ini. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 55 persen telah dilakukan imunisasi dari jumlah anak yang wajib imunisasi Difteri di Kota Padang.

Usia 0-15 tahun, wajib imunisasi Difteri sebanyak tiga kali di Kota Padang. Hingga saat ini, tercatat 44 suspect difteri dan meninggal dunia 1 orang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Padang, Eka Lusti kepada Sumbar Terkini baru-baru ini.Disebutkannya, Kota Padang dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) bukan persoalan banyaknya kasus namun upaya pencegahannya yang harus luar biasa.

Guna mengantisipasinya, sejumlah tenaga kesehatan diterjunkan untuk memberikan imunisasi kepada masyarakat kelompok rentan terserang virus mematikan ini, yaitu murid TK/Paud, SD dan SMP.

Selanjutnya periode III Imunisasi akan dilaksanakan pada September mendatang.

"Anak-anak di Kota Padang harus mendapatkan suntikan difteri tersebut tiga kali supaya harus aman dari penyakit difteri tersebut,"ujarnya.

"Untuk penanganannya, sudah hampir di seluruh kecamatan dilakukan imunisasi terhadap anak - anak PAUD, SD dan SMP. Untuk yang belum terjangkau, kita terus mengupayakan agar secepatnya bisa

dijangkau," imbuhnya.

Virus ini juga bisa menyebar dari satu orang ke orang lain dan akan terus menyebar jika tidak cepat ditangani. Dari satu orang akan menular pada orang lain dari satu keluarga, hingga dapat merambah ke RT/RW setempat.

"Vaksinasi dan imunisasi secara massal penting. Tapi yang lebih utama, di sekitar kawasan yang tertular terlebih dahulu," katanya.

Populasi rentan, usia dua bulan hingga 15 tahun, di Kota Padang mencapai 254.772 orang. Pemko Padang juga mengerahkan 800 orang tenaga medis untuk melakukan imunisasi dan 22 Puskemas serta 862 Posyandu, Paud, TK dan SD dijadikan tempat imunisasi. Untuk anak jalanan, mengerahkan Dinas Sosial dan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan imunisasi.

Tanda dan gejala difteri meliputi, sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening membesar) di leher, dan terbentuknya sebuah membran tebal abu-abu menutupi tenggorokan dan amandel, sulit bernapas atau napas cepat, demam, dan menggigil.

Tanda dan gejala biasanya mulai muncul 2-5 hari setelah seseorang menjadi terinfeksi.Diphtheria seringkali tidak merasakan sesuatu atau tidak ada tanda-tanda dan gejala sama sekali.

Orang yang terinfeksi namun tidak menyadarinya dikenal sebagai carier (pembawa) difteri. Sumber penularan penyakit difteri ini adalah manusia, baik sebagai penderita maupun sebagai carier.

Tipe kedua dari difteri dapat mempengaruhi kulit, menyebabkan nyeri kemerahan, dan bengkak yang khas terkait dengan infeksi bakteri kulit lainnya. Sementara itu pada kasus yang jarang, infeksi difteri juga mempengaruhi mata.****

1 comment :

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, Saya ingin berbagi cerita kepada anda, Bahwa dulunya saya ini cuma seorang Honorer di sekolah dasar jawa timur, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 30 jt namun hasilnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah,namun teman saya memberikan no tlp Bpk Drs Sulardi MM yang bekerja di BKN pusat yang di kenalnya di jakarta dan juga mengurusnya, saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, alhamdulillah SK saya akhirnya keluar, sy sadar kalau tdk ada pegangan dr pst langsung meman sulit, itu adalah kisa nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya Hubungi saja Bpk Drs.Sulardi MM Hp:085395881177 Wassalm Nirwana bakri.

    ReplyDelete

 
Copyright © 2013 Sumbar Terkini
Share on Blogger Template Free Download. Powered byBlogger