Padang-Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh
Indonesia (Rakernas Apeksi) 2015 ditabuh di Ambon, 5-10 Mei. Pada
hari pertama dalam acara ‘Welcome Dinner’ di Hotel Natsepa, Selasa
(5/5), Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, sempat memuji Padang.
Kabag
Humas dan Protokol Setdako Padang,
Mursalim bersama Kasubag Dokumentasi, Bustam dari Ambon, Maluku melalui
relisnya Rabu (6/5). Seluruh peserta Rakernas
Apeksi
memadati taman di belakang Hotel Natsepa. Saat Walikota Ambon Richard
Louhenapessy memberi sambutan selamat datang, seluruh peserta terlihat
serius menyimak setiap kata yang disampaikan Wako tersebut.
Ambon disebut unik
karena selain memiliki laut / pantai, akan tetapi juga memiliki gunung
yang indah. “Tidak semua daerah di Indonesia yang memiliki keunikan ini.
Dan yang paling menarik, dari sekian banyak daerah yang ada di
Indonesia, hanya Ambon satu-satunya yang disebut ‘manise’,” ujar Wako
yang disambut tepuk tangan dari seluruh hadirin.
Kesemuanya itu
memang cukup beralasan. Ambon disebut daerah unik karena daerah ini
ditunjang oleh fenomena alamnya yang sangat menarik serta karakter
masyarakatnya yang ramah dan sopan. Selain karakteristik masyarakat dan
kotur alamnya, Ambon juga punya makanan pokok spesifik yang dikonsumsi
masyarakat, yakni Sagu.
Wako Ambon menyebut, sagu menurut
filosofi masyarakat Ambon yakni pohonnya sangat tinggi, sangar dan
bentuknya tidak menarik. “Sama dengan orang Ambon, tidak menarik, coklat
kehitaman dan performennya kurang. Tetapi kalau pohon itu dipotong dan
dibelah, isinya terlihat putih bersih, bahkan lebih putih dari Isteri
Walikota Menado lagi. Nah, itulah karakter orang Ambon, coklat, sangar
tetapi hatinya putih dan ramah,” kata Wako beranalogi dan berkelakar.
Pada tahun 1999 silam, Kota Ambon memang sempat luluhlantak karena
terjadinya kerusuhan. Akibat dari kerusuhan ini, sejumlah bangunan rusak
total termasuk infrastruktur publik. Usai kejadian itu, Kota Ambon
kembali berbenah. “Karena itu kalau melihat kota Ambon saat ini, itu
adalah hasil pembangunan 12 tahun lalu,” ujar Wako Ambon.
Wako
Richard mengatakan, dirinya banyak belajar ke daerah lain. Daerah yang
menjadi tempat menimba ilmu diantaranya Bogor, Lampung, termasuk Padang.
Ilmu yang diperoleh utamanya tatacara pengelolaan daerah serta pola
sinergitas kerukunan antar umat beragama. Bahkan Wako Ambon juga sempat
memuji Padang. “Saya banyak belajar dengan Walikota Padang, Bogor,
Lampung dan lainnya. Ilmu itu kemudian saya padukan dengan potensi yang
ada di Ambon,” ulasnya.


Post a Comment