Padang-Sejak bergabungnya UPTD Taman Budaya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumatra Barat, semakin banyak merangkul sekolah untuk melaksanakan kegiatan di taman budaya tersebut.
Kondisi demikian terlihat, semakin ramainya kegiatan kesenian dan kebudayaan di tempat tersebut. Tak hanya sekolah-sekolah, namun juga berbagai sanggar-sangar yang ada.
Hal itu diakui Kepala Taman Budaya Sumbar, Muasri menjawab Singgalang di Padang, Selasa (14/4). Disebutkannya, kendati dengan anggaran yang minim UPTD Taman Budaya tetap berkomitmen memajukan seni dan kebudayaan di Sumatra Barat.
Setelah bergabung ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan anggaran di UPTD Taman Budaya turun dari Rp2,9 miliar kini menjadi Rp1,6 miliar. Dari Rp1,6 miliar tersebut Rp870 juta untuk kegiatan. Karena anggaran minim, pameran dan pagelaran tahun 2015 tak ada di Taman Budaya. selanjut,
Workshop seni sebelumnya ada, kini tak ada. yang ada hanya pameran fotograpi. pameran dan seni pun juga tak ada. Disebutkan Muasri, pada tahun 2016 baru dikembangkan kreativitas seni dan budaya di tingkat pelajar dengan datang ke sekolah-sekolah bersama seniman.
"Saat itulah seniman semakin memainkan perannya langsung kepada generasi muda untuk menanamkan dan melestarikan seni daerah kepada mereka,"ujar Muasri.
Ditambahkan, dalam April ini akan dilaksanakan workshop fotography. Digelarnya, workshop fotography tersebut karena foto memiliki makna besar tak hanya dokumentasi.Foto bisa berbicara dengan 1000 makna dalam menyampaikan objek yang dijepret.
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)


Post a Comment